Aku berdiri di pesisir
memandang sang laut yang menyimpan sejuta tanya.
Bahkan ketika sang bulan purnama hadirkan pasang
ia masih tetap membisu berselimut gelapnya malam.
Sekonyong-konyong sebuah bahtera menampakan sosoknya
melukiskan siluet indah pada kanvas sang purnama.
Samar pandang menangkap sosok dirinya.
Dia yang selalu ada dalam setiap inci tulangku...
mengalir dalam aliran darahku.
Dia yang tanpa hadirnya nadiku tak kan dapat berdenyut.
Malam pun semakin berjaya
perlahan sosoknya memudar
menghilang ditelan gelapnya malam.
Setiap serat tubuhku berteriak memanggil namanya
namun hanya jawaban semilir angin yang kuterima.
Kupejamkan mata ini
mencoba mengusirnya dari memoriku,
Agar aku dapat berlayar kembali
menuju horizon abadi yang tak bertepi.
Perlahan airmata hangat membasahi pipi
jatuh dan menyatu dengan laut.
Aku sadar....
bahkan ketika hatiku tak dapat merasa lagi....
dia kan tetap bersemayam di dalamnya.
-EmoMe-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar