Senin, 21 Desember 2009
Bila Kutahu
Binar mata itu,
Mengapa harus selalu kulihat...
Bila kutahu keduanya tak lagi sudi menatapku?
Gelak tawa itu,
Mengapa harus selalu kudengar...
Bila kutahu kami tak lagi bisa melakukannya bersama?
Dekat...
Dulu hanya itu yang kuinginkan
Tak apa walaupun hanya sebatas kawan
Nyata...
Kini benar ia disini adanya
Sakit...
Namun kini hanya itu yang kurasa
saat semuanya menjadi nyata
Dan Ya Tuhan...
Senyum itu,
Mengapa harus selalu kulihat...
Bila kutahu itu diberikan untuk yang lain?
Namun satu kupinta padaMu Ya Tuhan...
Mampukan aku tetap tersenyum....
Untuk bahagianya:)
-EmoMe-
Senin, 26 Oktober 2009
Sampul
Disini....
Tertunduk aku.
Hela nafas menjadi petanda....
Akan sesak yang berdiam di dada,
Karena sensasi yang begitu kuat.....
Dari leburan dua sisi yang saling berseberangan,
Yang terus bertikai menghantam jiwaku.
Andai semua mungkin adanya,
Ingin untuk sejenak mata ini buta...
Dari apa yang seharusnya tidah kulihat.
Ingin untuk sejenak hati ini membeku....
Dari apa yang seharusnya tidak kurasa.
Ingin rasa berteriak ungkapkan semua ....
Yang mendiami sanubari terdalam.
Namun...
Walau batin bagai teriris,
Mulut ini hanya mampu mengatup....
Berhias sebuah senyum palsu....
Sebagai sampul jeritan batinku.
Kurela menghilang,
menahan semua dalam kepura-puraan...
Demi bahagia sebuah jiwa...
yang ingin selalu kujaga selamanya.
-EmoMe-
Tertunduk aku.
Hela nafas menjadi petanda....
Akan sesak yang berdiam di dada,
Karena sensasi yang begitu kuat.....
Dari leburan dua sisi yang saling berseberangan,
Yang terus bertikai menghantam jiwaku.
Andai semua mungkin adanya,
Ingin untuk sejenak mata ini buta...
Dari apa yang seharusnya tidah kulihat.
Ingin untuk sejenak hati ini membeku....
Dari apa yang seharusnya tidak kurasa.
Ingin rasa berteriak ungkapkan semua ....
Yang mendiami sanubari terdalam.
Namun...
Walau batin bagai teriris,
Mulut ini hanya mampu mengatup....
Berhias sebuah senyum palsu....
Sebagai sampul jeritan batinku.
Kurela menghilang,
menahan semua dalam kepura-puraan...
Demi bahagia sebuah jiwa...
yang ingin selalu kujaga selamanya.
-EmoMe-
Kamis, 23 Juli 2009
Ours
I’m so gratefull for u, my friend.
Coz when I feel trampled like a fool,
U’ve made me feel a bit usefull.
I smile for u, my friend.
U’ve reach ur star...
with ur own hand.
I’m happy for u, my friend.
For my own star is out of reach...
let me claim yours as ours.
-EmoMe-
Coz when I feel trampled like a fool,
U’ve made me feel a bit usefull.
I smile for u, my friend.
U’ve reach ur star...
with ur own hand.
I’m happy for u, my friend.
For my own star is out of reach...
let me claim yours as ours.
-EmoMe-
Sabtu, 18 Juli 2009
Biarkan saja
Biarkan saja...
Suara-suara itu bergema.
Biarkan apa adanya.
Jiwa ini sudah kukunci rapat.
Tak ada yang dapat merasuknya.
Tak akan!
Biarkan saja...
Mata ini memandang,
Telinga ini mendengar,
Kepala ini mengangguk,
Tapi tidak hati ini,
Karena ia berkata lain.
Ketulusan ini adalah kebodohan bagi mereka,
Kekuatan ini adalah kelemahan bagi mereka,
Harapan ini adalah keanehan bagi mereka.
Biarkan saja,
Biarkan apa adanya.
Mereka tak mengerti...
Dan aku memang tak minta dimengerti.
Karena aku memang berbeda,
dan tak banyak yang tahu.
Itulah mengapa...
Pegumulan ini tak ingin kubagi.
Diri ini...hati ini...
Memang belum sepenuhnya kukenali.
Dan aku tak munafik...
Memang terkadang aku jatuh,
Tapi 1 hal yang aku tahu...
Aku adalah aku,
Pribadi yang punya cara berbeda...
Untuk mendapatkan kebahagiaan.
Dan sekeras apapun suara-suara itu bergema...
aku tak peduli.
Karena suara di hati ini bergema jauh lebih keras:
"Aku memang berbeda,
aku unik,
aku kuat dengan caraku,
...dan aku bangga."
-EmoMe-
Suara-suara itu bergema.
Biarkan apa adanya.
Jiwa ini sudah kukunci rapat.
Tak ada yang dapat merasuknya.
Tak akan!
Biarkan saja...
Mata ini memandang,
Telinga ini mendengar,
Kepala ini mengangguk,
Tapi tidak hati ini,
Karena ia berkata lain.
Ketulusan ini adalah kebodohan bagi mereka,
Kekuatan ini adalah kelemahan bagi mereka,
Harapan ini adalah keanehan bagi mereka.
Biarkan saja,
Biarkan apa adanya.
Mereka tak mengerti...
Dan aku memang tak minta dimengerti.
Karena aku memang berbeda,
dan tak banyak yang tahu.
Itulah mengapa...
Pegumulan ini tak ingin kubagi.
Diri ini...hati ini...
Memang belum sepenuhnya kukenali.
Dan aku tak munafik...
Memang terkadang aku jatuh,
Tapi 1 hal yang aku tahu...
Aku adalah aku,
Pribadi yang punya cara berbeda...
Untuk mendapatkan kebahagiaan.
Dan sekeras apapun suara-suara itu bergema...
aku tak peduli.
Karena suara di hati ini bergema jauh lebih keras:
"Aku memang berbeda,
aku unik,
aku kuat dengan caraku,
...dan aku bangga."
-EmoMe-
Minggu, 12 Juli 2009
Ilusi
Terpaksa kuciptakan ilusi
Pada mata yang telah kehilangan sinar
Membuat ia tampak berselimut binar
Bukan berarti semua telah pudar
Kuhanya tak ingin mata itu menangis
Terpaksa kuciptakan ilusi
Pada bibir yang memancarkan duka
Menggoreskan seutas senyum tanpa makna
Bukan berarti hati ini bahagia
Kuhanya ingin tak hilang senyum di bibirnya
Kucoba ciptakan ilusi
Pada hati yang telah menjelma menjadi kepingan
Mencoba membuatnya terlihat utuh tak bercacat
Namun malaikat seakan tertawa
Tertawa atas kemunafikanku
Karena sehebat apapun ilusi yang tercipta
Ia tahu....
Kalau sebuah nama masih terukir dengan indah
dalam setiap kepingnya.
-EmoMe-
Pada mata yang telah kehilangan sinar
Membuat ia tampak berselimut binar
Bukan berarti semua telah pudar
Kuhanya tak ingin mata itu menangis
Terpaksa kuciptakan ilusi
Pada bibir yang memancarkan duka
Menggoreskan seutas senyum tanpa makna
Bukan berarti hati ini bahagia
Kuhanya ingin tak hilang senyum di bibirnya
Kucoba ciptakan ilusi
Pada hati yang telah menjelma menjadi kepingan
Mencoba membuatnya terlihat utuh tak bercacat
Namun malaikat seakan tertawa
Tertawa atas kemunafikanku
Karena sehebat apapun ilusi yang tercipta
Ia tahu....
Kalau sebuah nama masih terukir dengan indah
dalam setiap kepingnya.
-EmoMe-
Rahasia Hati
Senyum itu...
jelas tersirat
peran bahagia
nampaklah jelas disana
apa masalahnya?
Tawa itu...
nyata terledak
melawan gemuruh badai
dan batin yang bertikai
ahh...nampaknya bisa santai
Lupa tampaknya...
hati pandai merasa
menyulapnya mejadi sebuah rahasia
entah akan jadi apa...
jika sampai mati
rahasia hati
terkunci manis dengan duri
dibalik sebuah senyuman
-EmoMe-
jelas tersirat
peran bahagia
nampaklah jelas disana
apa masalahnya?
Tawa itu...
nyata terledak
melawan gemuruh badai
dan batin yang bertikai
ahh...nampaknya bisa santai
Lupa tampaknya...
hati pandai merasa
menyulapnya mejadi sebuah rahasia
entah akan jadi apa...
jika sampai mati
rahasia hati
terkunci manis dengan duri
dibalik sebuah senyuman
-EmoMe-
Detik Ini
Pergi semua warna dan binar,
hangus dalam hati yang tengah terbakar.
Pedih rasa menahan amarah yang tak bisa meledak,
dalam penjara nasib yang tak bisa terelak.
Lelah..........
Mencoba jujur di antara semua tipu daya
Mencoba benar di antara semua salah
Mencoba setia di antara semua hianat dan dusta
Percuma memupuk semua dalam hidup,
bila hanya beroleh curiga dalam setiap nafas yang kuhirup.
Untuk apa raga dijaga sementara hati ditikam,
hanya merubah dunia menjadi kelam.
Aku pernah jatuh dan pernah bangkit,
mengejar bahagia di tengah sakit.
Apa yang dia harapkan hampir terjadi,
bahagia pernah menyapa walau hanya dalam mimpi.
Namun apa yang terjadi detik ini,
telah menyihirnya menjadi api dan entah kapan kembali.
-EmoMe-
05/06/09
hangus dalam hati yang tengah terbakar.
Pedih rasa menahan amarah yang tak bisa meledak,
dalam penjara nasib yang tak bisa terelak.
Lelah..........
Mencoba jujur di antara semua tipu daya
Mencoba benar di antara semua salah
Mencoba setia di antara semua hianat dan dusta
Percuma memupuk semua dalam hidup,
bila hanya beroleh curiga dalam setiap nafas yang kuhirup.
Untuk apa raga dijaga sementara hati ditikam,
hanya merubah dunia menjadi kelam.
Aku pernah jatuh dan pernah bangkit,
mengejar bahagia di tengah sakit.
Apa yang dia harapkan hampir terjadi,
bahagia pernah menyapa walau hanya dalam mimpi.
Namun apa yang terjadi detik ini,
telah menyihirnya menjadi api dan entah kapan kembali.
-EmoMe-
05/06/09
Aku dan Hidup
di dalam sebuah renungan...
yang terselip di hati yang hampir beku...
tersirat tanya tak terjawab,
terungkap gundah tak terbendung,
terucap kata tanpa wicara.
aku dan hidup....
bagaikan perang tak kunjung padam.
pedang di tangan ini....
tak selamanya kokoh berjaya.
karena hidup tak mengenal kasih sejati...
ada kalanya ia patah...
menusuk hati, melukai jiwa.
namun sekali lagi...
perang ini tak kunjung padam.
selama jiwa masih berglori,
selama di hati masih ada api...
yang mampu membakar hangus lembaran memori kelam,
pedang ini akan terus kuasah...
hingga setajam seribu parang...
sampai tiba saat ku mampu berdiri,
bernafas lega di akhir perang ini
tersenyum sinis penuh kemenangan...
melihat sang hidup bersimpuh di kaki.
-EmoMe-
yang terselip di hati yang hampir beku...
tersirat tanya tak terjawab,
terungkap gundah tak terbendung,
terucap kata tanpa wicara.
aku dan hidup....
bagaikan perang tak kunjung padam.
pedang di tangan ini....
tak selamanya kokoh berjaya.
karena hidup tak mengenal kasih sejati...
ada kalanya ia patah...
menusuk hati, melukai jiwa.
namun sekali lagi...
perang ini tak kunjung padam.
selama jiwa masih berglori,
selama di hati masih ada api...
yang mampu membakar hangus lembaran memori kelam,
pedang ini akan terus kuasah...
hingga setajam seribu parang...
sampai tiba saat ku mampu berdiri,
bernafas lega di akhir perang ini
tersenyum sinis penuh kemenangan...
melihat sang hidup bersimpuh di kaki.
-EmoMe-
Manusia Sejati
Aku ingin
menjadi manusia sejati
yang dapat melontar katas
emudah menghembus nafas ke udara
Aku iri
pada manusia sejati
yang dapat merekah senyum
laksana hortensia mekar sekuntum
Aku ingin
menjadi manusia sejati
yang indahnya terpancar di mata sesama
seperi permata dalam kotak kaca
Aku iri
pada manusia sejati
yang dapat mencinta dan dicinta
semudah melakon sebuah drama
-EmoMe-
menjadi manusia sejati
yang dapat melontar katas
emudah menghembus nafas ke udara
Aku iri
pada manusia sejati
yang dapat merekah senyum
laksana hortensia mekar sekuntum
Aku ingin
menjadi manusia sejati
yang indahnya terpancar di mata sesama
seperi permata dalam kotak kaca
Aku iri
pada manusia sejati
yang dapat mencinta dan dicinta
semudah melakon sebuah drama
-EmoMe-
Laut dan Air Mata
Aku berdiri di pesisir
memandang sang laut yang menyimpan sejuta tanya.
Bahkan ketika sang bulan purnama hadirkan pasang
ia masih tetap membisu berselimut gelapnya malam.
Sekonyong-konyong sebuah bahtera menampakan sosoknya
melukiskan siluet indah pada kanvas sang purnama.
Samar pandang menangkap sosok dirinya.
Dia yang selalu ada dalam setiap inci tulangku...
mengalir dalam aliran darahku.
Dia yang tanpa hadirnya nadiku tak kan dapat berdenyut.
Malam pun semakin berjaya
perlahan sosoknya memudar
menghilang ditelan gelapnya malam.
Setiap serat tubuhku berteriak memanggil namanya
namun hanya jawaban semilir angin yang kuterima.
Kupejamkan mata ini
mencoba mengusirnya dari memoriku,
Agar aku dapat berlayar kembali
menuju horizon abadi yang tak bertepi.
Perlahan airmata hangat membasahi pipi
jatuh dan menyatu dengan laut.
Aku sadar....
bahkan ketika hatiku tak dapat merasa lagi....
dia kan tetap bersemayam di dalamnya.
-EmoMe-
memandang sang laut yang menyimpan sejuta tanya.
Bahkan ketika sang bulan purnama hadirkan pasang
ia masih tetap membisu berselimut gelapnya malam.
Sekonyong-konyong sebuah bahtera menampakan sosoknya
melukiskan siluet indah pada kanvas sang purnama.
Samar pandang menangkap sosok dirinya.
Dia yang selalu ada dalam setiap inci tulangku...
mengalir dalam aliran darahku.
Dia yang tanpa hadirnya nadiku tak kan dapat berdenyut.
Malam pun semakin berjaya
perlahan sosoknya memudar
menghilang ditelan gelapnya malam.
Setiap serat tubuhku berteriak memanggil namanya
namun hanya jawaban semilir angin yang kuterima.
Kupejamkan mata ini
mencoba mengusirnya dari memoriku,
Agar aku dapat berlayar kembali
menuju horizon abadi yang tak bertepi.
Perlahan airmata hangat membasahi pipi
jatuh dan menyatu dengan laut.
Aku sadar....
bahkan ketika hatiku tak dapat merasa lagi....
dia kan tetap bersemayam di dalamnya.
-EmoMe-
Mata
Itu mata...
memandang tajam menusuk sukma
engahantar bayang jiwa menuju neraka.
Itu mata...
memintal senja membingkai malam
mengubur jiwa sang empunya.
Itu mata...
berteriak dalam jiwanya
saat raga tertidur lelap.
Itu mata...
ingin terpejam selamanya
Tak kuasa melihat piciknya dunia.
Itu mata...
tak lagi punya air mata
sebab hati tak lagi merasa.
-EmoMe-
memandang tajam menusuk sukma
engahantar bayang jiwa menuju neraka.
Itu mata...
memintal senja membingkai malam
mengubur jiwa sang empunya.
Itu mata...
berteriak dalam jiwanya
saat raga tertidur lelap.
Itu mata...
ingin terpejam selamanya
Tak kuasa melihat piciknya dunia.
Itu mata...
tak lagi punya air mata
sebab hati tak lagi merasa.
-EmoMe-
Doa Subuh
Tuhan...
Aku tak meminta emas jika Kau hanya ingin memberiku perak.
Aku tak meminta samudra jika Kau hanya ingin memberiku kolam
Aku tak meminta langit jika Kau hanya ingin memberiku menara
tapi aku yakin Tuhan,
kau tak akan memberi racun ketika aku meminta madu...
1 permohonan sederhana, kupanjatkan padaMu...
Jika kau berkenan...
kumohon kabulkanlah....
Amin...
-EmoMe-
Aku tak meminta emas jika Kau hanya ingin memberiku perak.
Aku tak meminta samudra jika Kau hanya ingin memberiku kolam
Aku tak meminta langit jika Kau hanya ingin memberiku menara
tapi aku yakin Tuhan,
kau tak akan memberi racun ketika aku meminta madu...
1 permohonan sederhana, kupanjatkan padaMu...
Jika kau berkenan...
kumohon kabulkanlah....
Amin...
-EmoMe-
Loneliness
Loneliness...
is a symbol of weakness...
for those who always be strengthen when they're not alone.
Loneliness...
is a symbol of fearness...
for those who always be protected when they're not alone.
Loneliness...i
s a symbol of sadness...
for those who always be cheered up when they're not alone.
But...
Loneliness...
is a symbol of power, braveness, happiness and freedom...
for those who ever lost their dignity when they're not alone.
So..
I choose to be alone.
-EmoMe-
is a symbol of weakness...
for those who always be strengthen when they're not alone.
Loneliness...
is a symbol of fearness...
for those who always be protected when they're not alone.
Loneliness...i
s a symbol of sadness...
for those who always be cheered up when they're not alone.
But...
Loneliness...
is a symbol of power, braveness, happiness and freedom...
for those who ever lost their dignity when they're not alone.
So..
I choose to be alone.
-EmoMe-
Langganan:
Postingan (Atom)
